Beberapa waktu lalu, saya sempat mengalami kekecewaan. Pasalnya, ada satu riset yang sungguh-sungguh telah saya kerjakan selama berbulan-bulan. Sampelnya mencapai 400 orang tua dan bahkan saya harus melakukan wawancara karena studinya, yang menurut saya, meskipun topiknya bukan hal yang baru-baru banget, tapi tetap lumayan kompleks buat saya.

Sejujurnya saya tidak pernah terlalu percaya diri juga, tetapi memang sakit hati dan kekecewaan datang dari sebuah ekspektasi. Di tahun 2013, saya jadi satu-satunya pemenang award penghargaan yang berasal dari pribadi, sementara pemenang lain adalah wakil afiliasi dari institusi pendidikan. Nah, di tahun ini: saya tidak berhasil masuk ke kategori presentasi oral dan penelitian saya masuk ke kategori presentasi poster.

Sungguh kecewa sejujurnya. Sempat jadi pemenang di kategori oral tahun lalu, tetapi kini bahkan tidak masuk ke daftar presentasi oral. Kira-kira dua tiga hari saya sedikit murung hingga istri saya paham saya kecewa.

Bagaimana dengan hari ini?

Memang seiring berjalannya hidup, kita tampaknya bisa makin tahu bahwa yang namanya sedih hanyalah suatu emosi. Emosi tentu tidak bisa ditolak. Mau tidak mau, pasti suatu peristiwa akan datang dengan emosi yang ditimbulkannya. Namun, kini emosi itu makin lama makin berkurang sampai jadi ke tahap jarang-jarang. Masih kecewa karena tidak lolos ke presentasi oral, tapi kini sudah terasa “ya sudah lah, namanya juga usaha”.

Beberapa bulan ini saya lagi sering dengar lagu Dewa 19 yang berjudul Hidup adalah Perjuangan. Ah, tentu saya dengar lagu itu karena ingin semangat saja agar terus berjuang setiap hari dalam hidup ini. Namun, saya jadi mengulang-ulang bait-bait pertama band legendaris itu yang berbunyi:

“Kemenangan hari ini bukanlah berarti kemenangan esok hari;
Kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan esok hari.”

Lagu itu memang benar adanya.

Beberapa hari lagi saya berangkat ke Bali untuk hadir di acara itu. Tadinya mau tidak datang karena gengsi dong, sebelumnya menang presentasi oral, kini datang di presentasi poster. Untung saya memutar lagi lagu itu. Bahwa kegagalan hari ini bukanlah berarti kegagalan esok hari, bukan? Nanti saya ceritakan setelah saya selesai ya. Semoga saya masih bisa merayakan pencapaian sekecil apapun dan diberikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Posted in

Leave a comment