DI tengah kesibukan dunia ini yang makin lama makin berkutat dengan “kenyataan-kenyataan” hidup, menyelesaikan sebuah fiksi adalah suatu kemenangan yang patut dirayakan. Akhirnya saya sempat nonton sore, film yang banyak orang bilang bagus dan yang istri saya berulang kali tanyakan mengapa saya tak kunjung menonton film itu.

Ternyata benar adanya bahwa film tersebut bagus. Lebih tepatnya: indah.

Bercerita tentang film timeloop yang bukan terjebak, tapi malah dipilih. Sore (diperankan Sheila Dara yang aktingnya manis luar biasa) berulang kali berupaya mengulang-ulang segmen kehidupan demi menyelamatkan Jonathan dari gaya hidup buruknya yang berujung pada serangan jantung.

Kalimat pembuka yang sungguh ikonik: “Halo, aku sore: istri kamu dari masa depan”. Jonathan juga cukup menyenangkan buat saya. Suka berpetualang sendiri bahkan sambil menulis catatan di note pribadinya.

Film ini mengingatkan lagi sih sebenarnya dengan sebuat kutipan yang selalu buat saya berpikir dalam sekaligus was-was dan tertohok, yakni sebagai orang tua, terutama bapak, semua tahu bahwa bapak rela mati untuk anaknya, tapi apa rela hidup juga? Rela hidup yang berarti: jaga kesehatan.

Wah post ini jadi random dan nggak beraturan arahnya. Namun, senang bisa mengonsumsi sebuah fiksi lagi. Semoga makin banyak fiksi sebagai penawar kenyataan kehidupan harian ini. Semoga kita semua diberkahi.

Posted in

Leave a comment