Saat ini adalah pukul 00.58 dan saya baru saja tiba di rumah. Sepanjang perjalanan yang cukup jauh antara tempat kerja di Slipi menuju rumah di Cakung, pikiran saya berkelana kesana kemari hingga tiba-tiba teringat lagu Landslide-nya Dixie Chicks. Ah, lagi-lagi ingatan tiba-tiba muncul di dini hari.

Ini lagu tahun 2002; yang artinya 24 tahun lalu; yang artinya juga saya masih 13 tahun (saya sungguh google dan hitung ulang memastikan “hah? masa saya masih 13 tahun waktu itu?”).

Dahulu tentu belum ada metode streaming seperti saat ini. Satu-satunya momen lagu itu terdengar tentu hanya lewat televisi. Bila saya tidak salah ingat, saya mendengar lagu itu di malam hari, pada suatu acara MTV yang khusus hadir di malam hari. Saya mungkin saat itu sedang sendiri karena ayah saya sedang bekerja di luar kota. Sungguh irama pembuka lagu yang unik dan menarik. Bila ingin dengar lagi, tentu hanya bisa bermohon kepada nasib karena harus menanti MTV memutarnya di waktu yang kita tidak pernah tahu.

Dulu saat dengar lagu itu, saya tentu belum paham tentang apa lagu itu. Landslide? Tanah longsor? Apa artinya? Bahasa Inggris masih amat terbatas.

Ah, tapi malah tadi saya dengar lagu ini dan mencerna liriknya, rupanya lagu ini lebih cocok buat saya yang sekarang. Liriknya bilang gini:

“Well, I’ve been afraid of changing, ‘Cause I’ve built my life around you,” “But time makes you bolder,” and “Children get older, I’m getting older too

Wah, ini saya sekali. Penuh ketakutan akan perubahan. Saya bertambah tua, orang tua lebih bertambah tua, anak-anak pun sudah bertambah besar. Seketika saya teringat ketika saya masih 13 tahun di rumah lama saya itu. Sendirian dan sedikit ngeri di kamar seorang diri. Setel TV karena tidak berani kalau terlalu sunyi. Tidak ada gawai, tidak ada komputer. Yang bisa dilakukan cuman berandai-andai sambil berharap segera ketiduran.

Rupanya waktu hadir memang seperti tanah longsor ya. Cepat dan tiba-tiba. Dari usia 13 tahun, kini saya mendengarkan lagu itu kembali di usia 37 tahun.

Damar, lagi-lagi kamu mikirin masa lalu seperti orang tua.

Posted in

Leave a comment